Pada perdagangan Rabu 18 Desember 2019, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0.69% ke level 6287.250. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 2.63 Triliun.

Penguatan IHSG ditopang oleh sektor finance yang menguat 2.01% terutama saham perbankan. Beberapa saham perbankan yang menjadi penopang indeks diantaranya adalah :

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 3.92% ; bobot untuk IHSG 11.38%.
  2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 1.14% : bobot untuk IHSG 7.42%.
  3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menguat 2.38% : bobot untuk IHSG 4.80%

Pergerakan TOP 10 saham penopang IHSG tersebut sangat berpengaruh terhadap nilai IHSG. 

Penguatan IHSG juga bukan hanya dikarenakan melonjaknya saham nya saham perbankan, melainkan masuknya investor asing dengan nilai yang cukup besar yakni lebih dari Rp 2 Triliun. Beberapa saham yang dilirik investor asing adalah saham saham yang termasuk dalam kategori Blue Chip diantaranya adalah : BBRI, BMRI, BBCA, BRPT, PGAS, ACES.

Baca Juga : Analis Teknikal Untuk Pemula

Dapat dilihat investor asing menyasar pada saham saham yang memiliki market cap besar dan memiliki likuiditas yang baik di market. Perilaku tersebut mencerminkan kejadian Window Dressing akan kembali terjadi pada akhir tahun 2019 ini.

Selain sektor finance, saham saham yang berada dalam sektor pertambangan juga mulai menarik, terutama didukung oleh kenaikan harga komoditas, terutama batubara. Faktor lainnya yang menjadi katalis positif untuk sektor pertambangan adalah adanya Kesepakatan Dagang Tahap 1 antara Amerika Serikat dengan China yang membuat ekonomi China berpeluang kembali menguat.

Tidak hanya saham komoditas berbasis batubara, saham penambang minyak juga tidak mau kalah, yakni MEDC. Kenaikan saham MEDCO ini mulai menguat sejak awal bulan Desember di tengah menguatnya harga minyak mentah hingga 60 dollar per barel.

Catatan untuk saham saham berbasis komoditas yang volatilitasnya tinggi bergantung pada harga komoditas dan news yang beredar, sebaiknya hanya bersifat jangka pendek dan sesuai dengan Trading Plan yang telah dibuat. 

 

error: Content is protected !!